Harga Perak di Shanghai Tembus $131! Memahami Dual Market di Perak!

Fenomena Dual Market Perak: Mengapa Harga Perak Shanghai Jauh Lebih Mahal dari New York?

Fenomena Dual Market Perak: Mengapa Harga Perak Shanghai Jauh Lebih Mahal dari New York?

Pada Rabu, 28 Januari 2026, pasar keuangan global menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. IHSG sempat terkoreksi tajam sebelum akhirnya ditutup menguat tipis. Di sisi lain, pasar saham global dan aset berisiko seperti kripto masih belum menunjukkan euforia yang berarti. Namun, di tengah kondisi tersebut, satu komoditas justru menjadi sorotan utama: perak.

Perhatian investor tertuju pada perbedaan harga perak yang sangat mencolok antara dua pusat perdagangan utama dunia, yakni New York dan Shanghai. Fenomena ini dikenal sebagai dual market, dan berpotensi membawa implikasi besar bagi pergerakan harga perak ke depan.


Harga Perak: New York vs Shanghai

Pada perdagangan hari ini, harga perak di New York (COMEX) tercatat berada di kisaran USD 112–113 per troy ounce. Harga tersebut sempat menyentuh level yang lebih tinggi pada hari-hari sebelumnya, bahkan mendekati USD 118, sebelum mengalami koreksi.

Sebaliknya, di Shanghai, harga perak justru diperdagangkan jauh lebih tinggi, yakni di kisaran USD 130–131 per troy ounce. Perbedaan harga yang mencapai hampir USD 20 ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa bisa terjadi selisih sedemikian lebar?




Perbedaan Mekanisme Pasar: Paper vs Fisik

Kunci utama dari fenomena dual market ini terletak pada mekanisme perdagangan perak di masing-masing bursa. Di Amerika Serikat, perdagangan perak terpusat di COMEX (New York), yang mayoritas transaksinya berbasis kontrak berjangka (paper trading).

Meskipun COMEX memiliki cadangan perak fisik yang tersimpan di gudang resmi, jumlah perak yang benar-benar siap dikirim hanya sebagian kecil dari total yang terdaftar. Saat ini, total cadangan terdaftar diperkirakan sekitar 124 juta ounce, namun hanya sekitar 30% yang berstatus deliverable.

Sebaliknya, pasar perak di Shanghai lebih merefleksikan perdagangan fisik. Harga di sana mencerminkan kondisi riil antara ketersediaan suplai dan lonjakan permintaan aktual.




Arbitrase dan Tekanan Terhadap COMEX

Ketika harga perak di Shanghai jauh lebih mahal dibandingkan New York, secara teori ekonomi akan muncul peluang arbitrase. Pelaku pasar akan terdorong membeli perak dari pasar yang lebih murah (New York) dan mengirimkannya ke pasar yang lebih mahal (Shanghai).

Jika permintaan arbitrase ini berlangsung terus-menerus, maka COMEX mau tidak mau harus mengirimkan perak fisik ke Asia. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menekan cadangan fisik yang tersedia dan menguji ketahanan sistem perdagangan berbasis kontrak.


Isu Short Position dan Dugaan Penahanan Harga

Salah satu teori yang banyak beredar di pasar menyebutkan bahwa sejumlah bank besar di Amerika Serikat memiliki posisi short yang signifikan di perak. Lonjakan harga perak yang terlalu cepat berpotensi memicu kerugian besar dan bahkan likuidasi.

Karena itu, muncul spekulasi bahwa harga perak di pasar Barat cenderung ditahan melalui mekanisme paper trading. Apakah ini benar atau tidak, pasar pada akhirnya akan menguji narasi tersebut melalui kemampuan pasar Barat memenuhi permintaan fisik global.




Permintaan Perak Global yang Semakin Menggila

Di sisi lain, permintaan perak terus meningkat secara struktural. Perak kini menjadi material vital bagi berbagai sektor strategis, antara lain:

  • AI data center dan teknologi semikonduktor
  • Panel surya dan energi terbarukan
  • Industri elektronik dan kendaraan listrik
  • Cadangan strategis negara

Amerika Serikat dan negara-negara Eropa bahkan telah mengklasifikasikan perak sebagai logam kritikal demi kepentingan ketahanan nasional. Banyak pemerintah dunia kini turut memborong perak sebagai aset strategis jangka panjang.

Dalam konteks ini, perak mulai dipandang seperti minyak bumi 40–50 tahun lalu: bukan sekadar komoditas, melainkan fondasi utama bagi ekonomi dan teknologi masa depan.




Ke Mana Arah Harga Perak Selanjutnya?

Pertanyaan besarnya adalah: sampai kapan pasar Barat mampu mempertahankan perbedaan harga ini? Jika permintaan fisik terus meningkat dan cadangan pengiriman semakin terbatas, maka pada akhirnya harga di New York berpotensi menyesuaikan ke level Shanghai, bukan sebaliknya.

Bagi investor, penting untuk memahami bahwa volatilitas tetap mungkin terjadi. Harga perak bisa saja mengalami koreksi tajam dalam jangka pendek. Namun, keputusan investasi pada akhirnya bergantung pada kesiapan masing-masing dalam menghadapi risiko tersebut.




Penutup

Fenomena dual market perak antara New York dan Shanghai bukan sekadar anomali harga, melainkan cerminan perubahan besar dalam struktur permintaan dan suplai global. Perak kini berada di pusat transisi teknologi, energi, dan geopolitik dunia.

Memahami dinamika ini menjadi kunci bagi investor untuk mengambil keputusan yang lebih rasional, terukur, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.

0 Comments:

Post a Comment