Uranium Bakal Jadi The Next Perak? Lonjakan Kebutuhan AI Data Center? Bahas Saham UNRM (Sprott Uranium Miners ETF) Yuk!

Uranium dan Era AI: Kenapa Disebut The Next Silver?


Uranium dan Era AI: Kenapa Disebut The Next Silver?

Pada Senin, 26 Januari 2026, isu uranium kembali menjadi sorotan utama di pasar global. Banyak analis mulai menyebut uranium sebagai the next silver, yaitu aset strategis yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan dan harga seiring perubahan besar dalam kebutuhan energi dunia.

Pertanyaannya sederhana: kenapa uranium menjadi sepenting ini sekarang? Jawabannya tidak bisa dilepaskan dari satu faktor besar, yaitu ledakan kebutuhan energi di era Artificial Intelligence (AI).




AI Data Center dan Krisis Energi Baru

Perkembangan AI, cloud computing, dan machine learning memicu lonjakan permintaan listrik yang sangat masif. Data center AI membutuhkan pasokan energi yang stabil, tidak terputus, dan dapat diandalkan 24 jam sehari.

  • Beroperasi 24 jam 7 hari
  • Tidak boleh terganggu
  • Memiliki reliabilitas hingga 99,99%

Energi terbarukan seperti solar dan angin memang ramah lingkungan, namun memiliki keterbatasan karena bergantung pada cuaca dan waktu. Di sinilah energi nuklir berbasis uranium menjadi solusi utama.




Keunggulan Energi Nuklir untuk Data Center AI

1. Daya Stabil 24/7 (Baseload Power)

Pembangkit listrik tenaga nuklir mampu menghasilkan listrik secara konstan tanpa terpengaruh cuaca. Capacity factor nuklir mencapai lebih dari 92%, jauh lebih tinggi dibandingkan:

  • Gas alam: sekitar 56%
  • Angin: sekitar 35%
  • Solar: sekitar 25%

Inilah alasan mengapa nuklir menjadi sumber energi paling andal untuk menopang data center AI yang berjalan nonstop.

2. Permintaan Energi yang Eksplosif

Aplikasi AI seperti ChatGPT membutuhkan hingga 10 kali lipat energi dibandingkan pencarian Google standar. Permintaan listrik data center diproyeksikan tumbuh sekitar 258% pada tahun 2030, dengan konsumsi berpotensi menjadi tiga kali lipat dibandingkan level tahun 2022.

Satu reaktor nuklir skala besar bahkan mampu menghasilkan 1 GW listrik atau lebih, cukup untuk menopang satu kampus data center AI berukuran raksasa.



3. Sustainability dan Target Net Zero

Perusahaan teknologi besar seperti Google, Amazon, dan Meta memiliki target ketat menuju net zero emission. Energi nuklir merupakan sumber energi bersih dengan emisi karbon yang sangat rendah, sehingga ideal untuk mendukung ekspansi AI tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Selain itu, teknologi Small Modular Reactor (SMR) memungkinkan pembangkit nuklir yang lebih fleksibel, skalabel, dan bahkan dapat dibangun langsung di lokasi data center.


Keamanan Energi dan Stabilitas Biaya

Dari sisi biaya, nuklir menawarkan keunggulan besar. Biaya bahan bakar uranium hanya merupakan fraksi kecil dari total biaya operasional pembangkit listrik tenaga nuklir.

Hal ini membuat harga listrik dari nuklir jauh lebih stabil dibandingkan gas alam dan batu bara yang cenderung fluktuatif. Stabilitas biaya ini sangat penting bagi perusahaan teknologi yang memiliki perencanaan jangka panjang.




Aksi Nyata Para Raksasa Teknologi

  • Amazon (AWS) membutuhkan sekitar 960 MW listrik nuklir untuk data center di Pennsylvania
  • Microsoft menandatangani kontrak 20 tahun untuk membeli listrik dari reaktor Three Mile Island
  • Google menyepakati pembelian energi nuklir untuk berbagai kampus data center

Ini membuktikan bahwa uranium bukan sekadar wacana, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi energi global.


Kenapa Uranium Disebut The Next Silver?

Memasuki tahun 2026, uranium semakin sering dibandingkan dengan perak karena perannya sebagai aset strategis industri dan investasi.

  1. Critical Mineral Status
    Pada akhir 2025, pemerintah Amerika Serikat secara resmi menetapkan uranium sebagai critical mineral, sejajar dengan perak dan tembaga.
  2. AI Energy Crisis
    Raksasa teknologi mengamankan kontrak nuklir bernilai miliaran dolar untuk menopang AI data center.
  3. Supply Constraint
    Para ahli memprediksi defisit sekitar 200 juta pound uranium hingga tahun 2040.

Kondisi ini sangat mirip dengan perak yang mengalami defisit pasokan multi-tahun sebelum akhirnya mengalami lonjakan harga besar.




URNM: Cara Praktis Berinvestasi di Uranium

  • Kode: URNM
  • Nama: Sprott Uranium Miners ETF
  • AUM: USD 2,49 miliar (± Rp41 triliun)
  • Kinerja 1 Tahun: +93%
  • Dividen: ±2,29% per tahun
  • Ketersediaan: Bisa dibeli di sekuritas lokal Indonesia

URNM memberikan eksposur ke berbagai perusahaan uranium global seperti Cameco, Energy Fuels, Paladin Energy, Denison Mines, Deep Yellow, NexGen Energy, serta Physical Uranium Trust.




Kesimpulan

Uranium menawarkan tiga keunggulan utama untuk memenuhi kebutuhan energi di era AI:

  • Reliability – daya stabil 24/7
  • Sustainability – mendukung target net zero
  • High Energy Density & Scalability – cocok untuk data center AI skala besar

Dengan kombinasi krisis energi AI, status critical mineral, dan keterbatasan pasokan, banyak analis percaya bahwa uranium berpotensi menjadi the next silver.

0 Comments:

Post a Comment