Grup Wa Belajar Bahasa Mandarin

Cheap Ad

  • This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Showing posts with label Ngalor-Ngidul. Show all posts
Showing posts with label Ngalor-Ngidul. Show all posts

Keluarga Yang Anda Bangun Lebih Penting Daripada Keluarga Asal Anda

Banyak orang yang tak paham ketika sudah berkeluarga, maka keluarga yang anda bangun itu jauh lebih penting daripada keluarga darimana anda berasal.

Apa itu artinya? Artinya sebagai orang tua, maka kebutuhan keluarga inti anda seperti suami, istri, dan anak-anak anda itu adalah prioritas utama, jauh melebihi kebutuhan keluarga asal anda.

Itu artinya, anda tak berkewajiban bayar hutang dan kebutuhan bapak anda, ibu anda, adek anda, kakak anda, sepupu anda, om anda, tante anda, dll.

Gw dah banyak nemuin contoh orang-orang yang tak paham naturenya ketika sudah menikah, orang-orang ini malah sibuk bayar hutang bapaknya, mamanya, adeknya, kakaknya, dll sampe-sampe kebutuhan anak istri sendiri terabaikan. Dia dipelorotin bapaknya, ibunya, kakaknya, adeknya, sedangkan anaknya sendiri kesusahan melarat. Orang-orang ini masih ditakut-takutin jika dia tidak membayar hutang bapak ibunya, maka dia akan dianggap anak durhaka, tetapi tak sadar orang-orang ini sedang dimanfaatkan oleh keluarga mereka sendiri di mana mereka sama sekali tidak bertobat untuk ngutang, tetapi tetap terus ngutang dan endingya yang harus bayar adalah anda sendiri. Ini namanya anda dimanipulasi, anda ditakut-takuti seolah-olah anda bakal durhaka kalau tidka menafkahi ayah, ibu, adik, kakak, om, atau tante anda.

Ini ajaran yang keliru. Anda boleh buka kitab agama mana pun, justru di agama diajarkan kewajiban anda paling utama adalah menafkahi keluarga inti anda, bukan keluarga bapak ibu anda. Laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya untuk bersatu dengan istrinya dan membangun keluarga baru.

Jika kita menafkahi keluarga inti kita dengan baik, terutama anak, maka anak akan merasakan kasih sayang dan kita tanamkan ajaran pada anak kita bahwa suatu hari pun dia juga akan berkeluarga dan wajib memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri, tak perlu berkewajiban menafkahi orang tua. Orang tua yang baik itu adalah orang tua yang membesarkan anaknya tanpa meminta imbalan, sedangkan orang tua manipulatif adalah orang tua yang menganggap anaknya sebagai aset yang bisa dia pelorotin nanti.

Memang betul, hal ini tidak berarti kita abai sama sekali. Saya sama sekali tidak mengatakan demikian. Tentu saja, jika orang tua kita sakit, kita tentunya pasti sebagai anak pastinya membantu baik dari segi biaya atau pun perhatian. Namun, hati-hati, di luar sana, banyak orang tua manipulatif yang waktu anda kecil, orang tua jenis ini tidak pernah menafkahi anda dengan benar, keluyuran, gonta-ganti pasangan, selingkuh, tak pernah menafkahi anda, anda ditelantarkan, tetapi tiba-tiba ketika anda sudah besar dan punya pekerjaan, orang tua loser ini tiba-tiba datang kepada anda dan menuntut anda untuk menafkahi mereka dan membayar utang-utang mereka. What the hell!!! Ini adalah contoh jenis orang tua manipulatif yang anda harus tegas katakan tidak!! Kenapa? Karena bagi orang tua loser ini, mereka tidak benar sayan gkepad aanda, mereka hanya menganggap anda sebagai obyek yang dapat memberikan mereka keuntungan. Makanya, ketika anda kecil, anda dianggap beban dan memberikan kerugian, mereka menghilang, tetapi ketika anda sudah besar dan berpenghasilan, anda dianggap dianggap sebagai obyek atau aset yang bisa memberikan mereka uang, maka mereka akan muncul tiba-tiba dan mencoba memanipulasi anda dengan berkata bahwa jika anda tak membayar hutang mereka, anda adalah anak durhaka.

Anda harus tegas dalam hal ini, apalagi kalau itu sampai membuat anda jatuh miskin dan tidak bisa menafkahi keluarga anda, maka anda harus tegas bahwa keluarga iti anda, suami, istri, dan anak andalah yang paling utama, bukan mereka.
SUMBER:
  • Willyam Wen. "Keluarga Yang Anda Bangun Lebih Penting Daripada Keluarga Asal Anda". Willyam Wen. 22 Januari 2025. Diakses 22 Januari 2025.

  • ARTIKEL NGALOR-NGIDUL LAINNYA:
  • Keluarga Yang Anda Bangun Lebih Penting Daripada Keluarga Asal Anda
  • Orang-Orang Tionghoa Indonesia (Chindo) Leluhurnya Berasal Dari Dinasti Tang (唐朝 Táng Cháo)?
  • Oligarki Di Dalam Dunia Kedokteran??? - Biaya Berobat Di Indonesia Jauh Lebih Mahal Daripada Malaysia Hanya Karena Oligarki???
  • Kasus Aulia Risma Lestari dan Ironi Kedokteran di Indonesia Ditinjau Dari Sudut Pandang Ekonomi: Pekerjaan Dokter Sudah Over Suplai??

  • MY SITES:
  • Facebook Page (Blogger Jalanan)
  • Facebook Group (Komunitas Blog Indonesia)
  • Blog (Ngalor-Ngidul)
  • Blog (Ngalor-Ngidul)



  • #keluarga #keluargainti #keluargabesar #utang #keluargaasal #willyamwen

    Orang-Orang Tionghoa Indonesia (Chindo) Leluhurnya Berasal Dari Dinasti Tang (唐朝 Táng Cháo)?

    Dinastu Tang
    Jujur aja, sebenarnya gw dah lama curiga sih kalo leluhur gw dateng ke Nusantara itu pada zaman Dinasti Tang (唐朝 Táng Cháo) pada tahun 618-907. [1] Kenapa? Gw orang "Hakka (Kejia Ren 客家人)" dan di kalangan orang Hakka, biasanya kita selalu nyebut orang keturunan Tionghoa itu dengan istilah "Tong Nyin 唐人" atau dalam bahasa Mandarin itu "Tang Ren 唐人" yang artinya "orang dari dinasti Tang". Dari dulu gw bingung, "Tong Nyin 唐人" itu apaan, tapi setelah belajar Mandarin, ternyata "Tong Nyin 唐人" itu artinya adalah "orang dinasti Tang". Makanya dari sini, kecurigaan gw mulai timbul bahwa kemungkinan leluhur gw dateng ke Nusantara ini pada zaman Dinasti Tang (唐朝 Táng Cháo).

    Kecurigaan gw ini diperkuat juga oleh kalangan orang Hokkien (Fujian 福建) Indonesia sendiri di mana mereka juga mengidentifikasi diri mereka dengan sebutan "Tenglang 唐人" yang artinya memang adalah "orang dinasti Tang". [2] Gw kurang tahu kalau dari suku lain gimana, tapi jelas ketika orang Hakka dan Hokkien sama-sama mengidentifikasikan bahwa mereka adalah orang-orang dinasti Tang, maka diduga kuat bahwa nenek moyang orang-orang Hakka dan Hokkien di Indonesia ini datang pada zaman Dinasti Tang.

    Hal ini diperluat oleh keterangan sejumlah ahli yang sangat yakin bahwa kemungkinan besar bahwa memang banyak orang Tionghoa atau Chindo yang leluhurnya datang di Nusantara, pertama kali mereka datang pada pada zaman Dinasti Tang pada abad 7 Masehi dan mereka pertama kali datang di Palembang. [3] [4]

    Sekarang Dinasti Tang udah gak ada, kaisarnya udah gak ada, gak ada kewajiban bagi keturunan Tang Indonesia untuk mengabdi pada Republik Rakyat China. Keturunan Tang Indonesia sudah hidup di Nusantara selama 1.100 tahun, jauh lebih lama dari Dinasti Tang itu sendiri, itu artinya tanah air kita itu Indonesia, Nusantara, bukan RRC.

    Gunakan segala sumber daya, kepintaran, skill, dll untuk memajukan Indonesia dan mensejahterahkan negara tempat di mana kita tinggal. Banyak berbuat baik, amal, sedekah, jauhi segala macam bentuk kejahatan seperti korupsi, dll.

    CATATAN KAKI:
    1. Britannica. "Tang dynasty: Chinese History". Britannica. Diakses 14 November 2024.
    2. Tsun Tsun. "Mengapa Etnis Tionghoa Menyebut Dirinya Tenglang?". Quora. Diakses 14 November 2024.
    3. Risa Herdahita Putri. "Catatan Pertama Kedatangan Orang Tionghoa ke Nusantara". Historia. 1 Desember 2018. Diakses 14 November 2024.
    4. Risa Herdahita Putri. "Jejak Kedatangan dan Perkembangan Etnis China di Nusantara". Kompas. 10 Oktober 2023. Diakses 14 November 2024.

    SUMBER:
  • Willyam Wen. "Orang-Orang Tionghoa Indonesia (Chindo) Leluhurnya Berasal Dari Dinasti Tang (唐朝 Táng Cháo)?". Willyam Wen. 22 Januri 2025. Diakses 22 Januari 2025.

  • ARTIKEL NGALOR-NGIDUL LAINNYA:
  • Orang-Orang Tionghoa Indonesia (Chindo) Leluhurnya Berasal Dari Dinasti Tang (唐朝 Táng Cháo)?
  • Oligarki Di Dalam Dunia Kedokteran??? - Biaya Berobat Di Indonesia Jauh Lebih Mahal Daripada Malaysia Hanya Karena Oligarki???
  • Kasus Aulia Risma Lestari dan Ironi Kedokteran di Indonesia Ditinjau Dari Sudut Pandang Ekonomi: Pekerjaan Dokter Sudah Over Suplai??

  • MY SITES:
  • Facebook Page (Blogger Jalanan)
  • Facebook Group (Komunitas Blog Indonesia)
  • Blog (Ngalor-Ngidul)
  • Blog (Ngalor-Ngidul)



  • #dinastitang #tionghoa #china #chindo #tongnyin #tenglang #willyamwen

    Oligarki Di Dalam Dunia Kedokteran??? - Biaya Berobat Di Indonesia Jauh Lebih Mahal Daripada Malaysia Hanya Karena Oligarki???

    Indonesia ini sebenarnya bukan tak bisa maju, tapi ada oknum oligarki yang memang tidak ingin Indonesia maju. Kata "Oligarki" itu berasal dari bahasa Yunani "Oligarkhia ὀλιγαρχία" yang berasal dari kata "Oligos ὀλίγος (Sedikit)" dan juga kata "Arkho ἄρχω (Memimpin)", sehingga pengertian "Oligarkhia ὀλιγαρχία" adalah sekumpulan kecil orang yang memiliki kuasa atas sebuah negara, organisasi, atau institusi. Oknum-oknum oligarki ini tidak segan-segan mengorbankan kepentingan orang banyak hanya demi keuntungan kelompok kecil mereka semata.

    Sayangnya, di dalam dunia kedokteran Indonesia, ternyata dunia kedokteran Indonesia ini dikuasai oleh sebuah organisasi oligarki. Organisasi inilah yang membatasi suplai dokter, diduga kuat sengaja dibatasi, misalnya dengan cara tak boleh sembarang kampus buka jurusan kedokteran, sengaja jurusan ini dibikin langka di kampus. Hal ini membuat permintaan meledak dan suplai kampus yang menyediakan jurusan ini terbatas yang menyebabkan biaya pendidikan dokter jadi melonjak gila-gilaan dan sudah jelas yang diuntungkan adalah oknum oligarki ini.

    Demikian juga, organisasi oligarki ini jugalah menghambat pelantikan dokter spesialis sehingga tidak sembarang orang bisa jadi dokter spesialis sehingga suplai dokter spesialis jadi langka. Jika suplai dokter spesialis ini menjadi langka, maka biaya periksa dokter spesialis ini menjadi mahal gak karu-karuan. Itu sebabnya biaya berobat di Indonesia bisa 5x lipat atau bahkan 10x lipat lebih mahal daripada di Malaysia dengan kualitas yang malah tidak sebagus Malaysia. [1]

    Oligarki ini akan selalu berjuang untuk menghancurkan dan menyingkirkan segala pesaing yang berpotensi menghancurkan keoligarkian mereka. Mereka anti dengan persaingan, itu sebabnya ketimbang bersaing, mereka akan berupaya sekuat tenaga menyingkirkan orang-orang pintar dan inovatif, termasuk juga menghambat agar dokter asing tidak boleh ada di Indonesia supaya oligarki mereka tidak hancur.

    Dengan tidak adanya persaingan termasuk persaingan dari dokter-dokter asing, maka organisasi oligarki sudah bisa dipastikan memonopoli "bisnis kedokteran" ini yang dampaknya jelas seperti biaya kuliah kedokteran yang mahal dan juga biaya berobat yang akan semakin mahal. Bahkan diduga, untuk menjadi dokter spesialis pun, konon jika anda bukan "darah biru (bukan dari keluarga dokter)", bukan dari keluarga orang yang punya jabatan besar, atau bahkan jika anda bukanlah orang kaya yang punya banyak uang untuk bayar uang pelicin, maka sesorang akan sulit bisa menjadi dokter di Indonesia, terutama dokter spesialis. Yang dirugikan di sini jelas adalah rakyat. Itu sebabnya tren berobat ke luar negeri jadi makin ngetren karena orang-orang tahu kebanyakan dokter di Indonesia skillnya kalah dibandingkan dokter luar karena dokter Indonesia kebanyakan lahir karena oligarki, bukan karena meritokrasi atau karena mereka memang cerdas dan pandai.

    Kekerasan dan Bullying di Dalam Dunia Kedokteran Indonesia

    Belakangan ini sedang heboh kasus bullying di dalam dunia kedokteran Indonesia yang salah satunya menewaskan Aulia Risma dan ternyata mendadak banyak sekali dokter-dokter atau mantan dokter yang speak up soal ini bahwa ternyata perilaku bullying di dalam dunia kedokteran Indonesia, terutama dokter spesialis, ternyata merupakan tradisi turun temurun.

    Mungkin banyak dari kita yang bertanya-tanya, kenapa Aulia Risma atau pun orang tuanya tidak segera mengeluarkan Aulia Risma untuk segera berhenti saja, ketimbang terbully oleh para seniornya yang akhirnya berujung kehilangan nyawa? Menurut penulis, itu akibat sebuah sistem yang diciptakan oleh para oknum oligarki tersebut sehingga sistem seperti menyebabkan para mahasiswa kedokteran yang sedang mengambil program spesialis ini ketakutan untuk speak up karena mereka takut gagal jadi dokter spesialis jika berani menentang sistem oligarki ini.

    Itulah sebabnya sistem oligkarki ini terutama dalam bidang kedokteran ini, menurut hemat penulis, harus segera ditiadakan karena berpotensi merugikan banyak pihak. Coba bayangkan, jika menjadi dokter spesialis itu mudah tanpa harus dikuasai oleh satu organisasi oligarki, maka sudah pasti, para mahasiswa kedokteran spesialis ini tidak perlu harus nurut menjadi babu dan dibully hanya agar dapat dilantik menjadi dokter spesialis sehingga perundungan pun dapat dihindarkan dan korban pun dapat dihindari.

    Coba bayangkan juga, kalau ternyata lulusan-lulusan dokter di Indonesia ternyata berasal dari sistem oligarki yang bukan mengutamakan skill dan kemampuan, tapi lebih kepada orang-orang yang berdarah biru atau yang punya uang saja yang bisa dilantik jadi dokter dan bahkan terindikasi mereka juga mntan pembully yang membully junior mereka, mereka hasil produk kekerasan, pertanyaan penulis, maukah anda diobati oleh dokter-dokter Indonesia hasil lulusan oligarki dan produk kekerasan? Jelas tidak! Pasti anda takut salah didiagnosa. Anda jelas pasti inginnya diobati oleh dokter-dokter yang benar-benar pintar, cerdas, dan kompeten. Itu sebabnya, jangan heran, kalau semakin banyak orang-orang Indonesia yang justru lebih percaya kualitas dokter-dokter di Malaysia. Tidak heran juga jika kita menemukan banyak pelayanan dokter yang buruk dan ketus, dan akhirnya melalui kasus Aulia Risma, kita tahu apa yang sebenarnya terjadi bahwa ternyata kebanyakan dokter-dokter di Indonesia adalah hasil produk bullying dan kekerasan. Bayangkan jika hal ini dibiarkan terus berlanjut, maka banyak orang-orang pintar dan cerdas yang sebenarnya sangat berbakat untuk menjadi dokter, bisa gagal menjadi dokter hanya karena tidak berdarah biru atau tidak punya uang atau kuasa atau tidak dekat dengan organisasi oligarki tersebut. Yang dirugikan jelas rakyat Indonesia.

    Undang-Undang Kesehatan yang Baru (UU Nomor 17 Tahun 2023)

    Sekarang kabar baiknya, sudah ada UU kesehatan yang baru yang sudah disahkan. Di dalam UU yang baru ini, peran sentral organisasi tertentu yang berkuasa dicabut. Ini artinya siapa saja bisa menjadi dokter yang pelantikannya tidak dimonopoli oleh organisasi tertentu, asalkan benar-benar menmenuhi syarat dan cerdas, maka orang tersebut bisa menjadi dokter. Hal ini jelas yang diuntungkan adalah rakyat. Kenapa? Suplai dokter akan semakin banyak dan merata di seluruh Indonesia, otomatis biaya kesehatan pasti akan jadi jauh lebih murah. Jelas, masyarakat sangat diuntungkan akan hal ini.

    Selain itu, dengan berlakunya UU Kesehatan yang baru ini, sekarang setiap provinsi wajib ada jurusan kedokteran dan bahkan sampai spesialis. Tidak lagi dimonopoli oleh organisasi dan kampus tertentu. Ini artinya, kuliah kedokteran akan jadi semakin mudah dan bahkan jadi semakin murah, sudah pasti ulusan dokter akan makin banyak dan merata. Anak-anak daerah tidak perlu lagi merantau jauh-jauh ke ibukota hanya untuk kuliah kedokteran, mereka masing-masing bisa kuliah kedokteran di provinsi mereka masing-masing. Jika suplai dokter, terutama dokter spesialis, semakin banyak, maka harga akan semakin terjangkau, maka dengan sendirinya angka kematian bisa ditekan. Jelas yang diuntungkan itu masyarakat.

    Selain itu, UU kesehatan ini sekarang juga sudah memperbolehkan dokter-dokter asing untuk masuk dan praktek di Indonesia. [2] Sesuatu yang dulu dilarang oleh organisasi oligarki tertentu, mereka takut bersaing dengan dokter asing agar periuk nasinya tidak berkurang. Harusnya, kita tidak boleh takut bersaing dengan dokter-dokter asing dan jika ilmu kedokteran mereka memang lebih modern dan canggih, kita harus mengakui dan rendah hati mau belajar dari mereka sehingga masyarakat akan semakin diuntungkan dengan mendapatkan pengobatan yang paling canggih dan terbaru tetapi dengan biaya yang lebih terjangkau. Itulah pentingnya persaingan dan juga hadirnya dokter-dokter asing di Indonesia, bukannya malah melarang sana sini, takut tersaingi, dll. Bayangkan kalau tidak ada dokter-dokter asing di Indonesia dan kedokteran hanya dikuasai oleh oligarki tertentu, masyarakat hanya akan mendaaptkan pelayanan kesehatan yang sudah jadul, kuno, dengan harga yang berlipat-lipat dan jauh lebih mahal. Sangat tidak masuk akal! Padahal ilmu pengetahuan selalu berkembang, sangat absurd jika masyarakat kita masih terus dilayani dengan ilmu kedokteran yang jadul, tidak update, tapi dengan harga yang berlipat-lipat lebih mahal.

    Dengan disahkannya UU yang baru ini, mungkin UU ini tidak sempurna dan sudah pasti mungkin akan banyak kekurangan sana-sini pada awal pelaksanaannya, tetapi setidaknya memberikan harapan kualitas kedokteran di Indonesia akan semakin meningkat dan masyarakat diharapkan dapat segera mendapatan layanan kesehatan yang jauh lebih dan jauh lebih berkualitas dan diharapkan juga, tidak perlu lagi ada praktek-praktek bullying di dunia kedokteran dan tidak ada Aulia Risma lainnya yang menjadi korban hanya karena ingin menjadi dokter.

    CATATAN KAKI:
    SUMBER:
  • Willyam Wen. "Oligarki Di Dalam Dunia Kedokteran??? - Biaya Berobat Di Indonesia Jauh Lebih Mahal Daripada Malaysia Hanya Karena Oligarki???". Willyam Wen. Diakses 22 Januari 2025.

  • ARTIKEL NGALOR-NGIDUL LAINNYA:
  • Oligarki Di Dalam Dunia Kedokteran??? - Biaya Berobat Di Indonesia Jauh Lebih Mahal Daripada Malaysia Hanya Karena Oligarki???
  • Kasus Aulia Risma Lestari dan Ironi Kedokteran di Indonesia Ditinjau Dari Sudut Pandang Ekonomi: Pekerjaan Dokter Sudah Over Suplai??

  • MY SITES:
  • Facebook Page (Blogger Jalanan)
  • Facebook Group (Komunitas Blog Indonesia)
  • Blog (Ngalor-Ngidul)
  • Blog (Ngalor-Ngidul)

  • #uukesehatan #dokter #bully #oligarki #willyamwen

    Kasus Aulia Risma Lestari dan Ironi Kedokteran di Indonesia Ditinjau Dari Sudut Pandang Ekonomi: Pekerjaan Dokter Sudah Over Suplai??

    Kedokteran dan Aulia Risma

    Kasus Aulia Risma Lestari (30) yang ditemukan tewas di kamar kosnya, menurut penulis pribadi adalah sebuah puncak dari gunung es mengenai adanya pemahaman yang salah di kalangan masyarakat kita seolah-olah menjadi dokter sudah pasti masa depan terjamin. Sebelumnya, penulis turut berdukacita sedalam-dalamnya atas meninggalnya korban dan semoga arwahnya diterima di sisi-Nya.

    By the way, orang-orang kita itu masih terlalu mengagung-agungkan bahwa kalau tidak jadi dokter, seolah-olah masa depan itu suram, padahal secara hukum ekonomi, sudah jelas dokter di Indonesia itu secara real life sudah over-suplai, itu sebabnya gaji dokter mayoritas kecil, tapi beban pekerjaan segunung.


    Dokter Tirta dalam salah satu podcast di bawah ini mengatakan soal mirisnya gaji dokter:


    Dokter Tirta berkata seperti ini:

    "Jadi dokter umum itu antara 5 juta sampai 10 juta, itu kalau beruntung. Nah faktanya, mau tahu gak kalau di broadcast tuh, ada namanya dokter jaga ganti. Jadi setelah dia lulus, nih ada klinik ini, lu boleh percaya gak, dokter itu cuman dibayar Rp 50 ribu per hari untuk uang duduk. Jadi ditawarkan di broadcast siapa yang mau gantiin di klinik apa, itu Rp 50 ribu, kadang Rp 75 ribu. UMR itu tidak berlaku untuk dokter" (Dokter Tirta)

    Berdasarkan keterangan dokter Tirta di atas, terlihat bahwa kebanyakan gaji dokter itu sangat kecil, hanya sedikit saja yang beruntung yang bisa mendapatkan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per bulan, sisanya kebanyakan bahkan hanya dibayar Rp 50 ribu atau Rp 75 ribu sehari untuk uang duduk saja. Bahkan penulis sendiri pernah melihat pendapatan dokter di daerah yang bahkan hanya ratusan ribu saja.

    Kondisi ini sebenarnya membuktikan bahwa pekerjaan dokter sebenarnya sudah over suplai. Lowongan yang sebenarnya sudah over suplai ini secara ekonomi ini, celakanya tidak disadari oleh banyak orang, sehingga mereka tetap ngotod menyekolahkan anaknya di jurusan kedokteran. Hal ini menyebabkan permintaan untuk kuliah kedokteran membeludak sehingga biaya kuliah kedokteran jadi selangit.

    Jika tujuan untuk kuliah kedokteran adalah murni memang ingin menjadi dokter yang ingin menolong banyak orang, maka hal ini tidak jadi masalah. Namun, masalahnya, banyak orang berlomba-lomba ingin menjadi dokter karena mereka mengira bahwa dengan menjadi dokter maka sudah pasti otomatis akan menjadi kaya, makmur, dan sejahtera. Inilah motivasi yang salah dan sudah sangat salah di dalam hukum ekonomi. Pandangan yang keliru inilah yang membuat banyak orang belromba-lomba menyekolahkan anak-anak mereka di fakultas kedokteran yang menyebabkan permintaan jurusan ini membeludak sehingga biaya untuk kuliah kedoteran menjadi terlalu mahal.


    Menurut artikel di sini, https://www.unpas.ac.id/berapa-sih-total-biaya-kuliah-kedokteran-yuk-intip-rinciannya/#:~:text=Kisaran%20biaya%20kuliah%20kedokteran%20di,seperti%20beasiswa%20dan%20kredit%20pendidikan., biaya fakultas kedokteran di Indonesia rata-rata berkisar antara Rp 100 juta-Rp 300 juta per tahun. Itu artinya sekitar Rp 8 juta-Rp 25 juta per bulan dan jika dihitung selama 8 semester, maka setidaknya membutuhkan biaya sekitar Rp 400 juta-Rp 1.2 miliar! Jelas sangat tidak masuk akal! Inilah yang dimanakan bubble di dalam dunia kedokteran.

    Untuk mengetes apakah suatu hal itu sudah bubble atau belum, maka anda bisa cek lowongan pekerjaan untuk bidang tersebut. Sesuatu yang bubble, pasti pekerjaan tersebut lama-lama akan dihargai semakin murah. Itu artinya jika anda menemukan bahwa gaji dokter semakin rendah yang disebabkan over suplai jumlah dokter, itu artinya sebenarnya biaya pendidikan kedokteran itu sudah bubble.

    Kondisi ini akan baru disadari ketika para calon dokter itu sudah lulus dan baru menyadari bahwa ternyata gaji dokter itu kebanyakan kecil, tak sepadan dengan biaya kuliah yang sudah dikeluarkan dan lowongannya juga pasti tidak banyak karena sudah over suplai.

    Kondisi over suplai ini membuat banyak dokter rela dibayar murah, asal ada pekerjaaan. Hal ini juga yang membuat para lulusan dokter takut untuk resign karena mereka takut tidak akan sukses kalau tidak jadi dokter meskipun sering terjadi pembulian senior dan junior di bidang pekerjaan ini. Karena si lulusan dan orangtuanya merasa sudah mengeluarkan banyak uang untuk sekolah kedokteran, maka ketika terjadi pembulian, kebanyakan pasti tetap memilih bertahan.

    Hal inilah yang menurut saya terjadi pada Aulia Risma dan keluarganya. Keluarganya mungkin sudah tahu lama soal pembulian yang dilakukan oleh para senior Aulia Risma kepada anak mereka, hanya saja mengingat biaya yang sudah terlalu banyak dikeluarkan, siapa pun pasti akan mengalami dilema untuk resign atau tetap terus melanjutkan pekerjaan ini. Penulis yakin bahwa masih banyak dokter muda lainnya di luar sana yang sedang stress berat karena mengalami permasalahan yang sama dengan yang dialami oleh almarhum Aulia Risma ini.

    Sebagai penutup, penulis ingin berkata bahwa kita harus paham, yang terutama di dalam hidup ini adalah kebahagiaan dan terkoneksian kita terhadap Alam Semesta ini. Meskipun kita pengangguran, asalkan kita happy dan bahagia, rezeki pasti datang sendiri ketimbang kita bertahan di suatu tempat pekerjaan yang membuat kita stress dan akhirnya merenggut nyawa.

    Jangan pernah takut untuk resign jika kita merasa lingkungan pekerjaan kita terlalu toxic apalagi sudah jelas kita dibully. Ada begitu banyak lowongan pekerjaan yang justru malah kekurangan tenaga dan kita bakal dibayar mahal, tetapi ironisnya kebanyakan orang justru lebih suka memilih pekerjaan yang over suplai yang sudah jelas kita akan dibayar kecil dan bahkan harus merenggut nyawa.

    RIP untuk Aulia Risma, semoga arwahnya diterima di sisi-Nya


    SUMBER:
  • Parlementaria. "Kasus Dokter Aulia Risma Bagai Puncak Gunung Es Gelapnya Perundungan di Dunia Pendidikan Kedokteran". Parlementaria. Diakses 23 Oktober 2024.

  • #aulia #risma #lestari #kedokteran #bully #willyamwen