Grup Wa Belajar Bahasa Mandarin

Cheap Ad

  • This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Showing posts with label Bola. Show all posts
Showing posts with label Bola. Show all posts

Patrick Kluivert, Shin Tae Yong, Carlo Ancelotti, Locker Room, dan Timnas Indonesia

Patrick Kluivert

Locker room itu penting dalam dunia sepakbola. Tahukah anda, meskipun Ancelotti itu sering dihina miskin taktik, tapi kenapa Ancelotti sering juara? Karena Ancelotti mampu merangkul pemain-pemain dan menjaga keharmonisan locker room sehingga pemain bisa menampilkan performa terbaiknya karena locker room nya harmonis.

STY itu tipikal boss dan bukan tipikal pelatih yang merangkul pemain yang berbuat salah. Jika STY sudah tidak suka sengan satu pemain karena pemainnya mungkin pernah berselisih taktik dengannya atau mungkin karena perkara sepele lain, STY tidak merangkul pemain itu, tapi terus memblacklistnya.

Sifat STY inilah yang membuat locker room timnas Indonesia semakin tidak stabil dan ini juga salah satu penyebab kita kalah lawan China waktu itu karena STY mencoret pemain2 yang ribut dengan dia di locker room itu.

Ketidakharmonisan ini membuat PSSI mau tak mau harus segera mengambil keputusan, jika STY tetap dipertahankan, maka moral pemain akan semakin jatuh karena hubungan yang tak harmonis, itu sebabnya PSSI memutuskan memecat STY.

Jens Ravem, Eliano Reijnders, dan Kekalahan Melawan China

Saya pribadi tidak akan percaya dengan cerita soal kediktatoran STY ini kalau saja saya tidak melihat bukti bagaimana STY memperlakukan Jens Raven dan Eliano Reijndeers dan juga ketika dia menggunakan formasi aneh melawan China yang mengakibatkan timnas kita harus kalah dari China.

Jens Raven merupakan striker muda berpotensi karena menjadi top skorer AFF U-20 di debutnya dan membawa timnas U-20 juara AFF. Harusnya, pemain seperti ini layak diberikan kesempatan agar publik bisa melihat potensinya di timnas senior. Namun, bahkan ketika piala AFF senior kemarin, Jens Raven bahkan sudah menawarkan diri untuk main di AFF, tapi tetap tidak dipanggil STY dan STY kerap mengeluarkan kalimat-kalimat destruktif seperti "Jens Raven belum cukup skillnya", dll. Kalimat-kalimat seperti ini tak pantas diucapkan seorang pelatih. Hal ini menunjukkan ada faktor lain yang diduga membuat STY tidak mau memanggil Jens Raven, salah satunya kemungkinan besar adalah Jens Raven adalah pemain yang ditemukan oleh Indra Sjafri sehingga diduga STY tidak ingin Jens Raven bersinar karena nanti publik akan memuji Indra Sjafri karena berhasil menemukan Jens Raven. Perilaku seperit ini tidak baik karena STY diduga memilih pemain bukan karena merit dan skill, tetapi lebih ke arah perasaan pribadi dan ini sangat tidak baik untuk timnas Indonesia.

Demikian juga, Eliano Reijnders yang sudha rutin main di Liga tertinggi Belanda dari tahun 2020, itu artinya sudah 5 tahun Eliano Reijnders tampil sebagai starter di liga top Belanda. Harusnya, pelatih mana pun jika dia mengutamakan merit, pasti dia akan memasang Eliano Reijnders dulu. Namun, STY entah kenapa tidak mau measang Eliano dan justru kerap mengeluarkan kata-kata yang diduga timbul karena ada dendam pribadi dengan mengatalan bahwa "Eliano skillnya belum cukup". Ini lucu sekali, seorang pemain yang rutin selama 5 tahun tampil sebagai starter di Liga Belanda, STY seenaknya saja bilang Eliano skillnya belum layak untuk tampil di timnas.

Demikian juga formasi aneh yang dipasang STY saat melawan China. Saat itu saya geleng-geleng kepala kenapa STY menggunakan formasi sekacau itu dan ternyata barulah belakangan ini beredar rumor bahwa ternyata terjadi keributan antara STY dengan para pemain diaspora dan itulah yang membuat STY geram sehingga mencadangkan banyak pemain diaspora yang ribut dengannya waktu itu.

Kondisi-konidis inilah yang membuat saya pribadi akhirnya harus setuju bahwa STY memang harus diganti karena STY sudah tak lagi bersikap profesional, tetapi lebih mengutamakan perasaannya ketimbang merit dan profesionalitas.

Kenapa harus Patrick Kluivert?

Skuad Indonesia sekarang banyak diisi pemain-pemain yang main di liga Eropa dan harganya semakin mahal, dan tentu saja egonya semakin tinggi. Pemain semakin mahal tentunya punya kecenderungan untuk meremehkan pelatih yang tak pernah bermain di Eropa.

Oleh karena itu, dibutuhkan sosok pelatih yang merupakan legenda timnas Belanda dan tercatat pernah bermain di klub besar seperti Ajax, Barcelona, dan AC Milan. Sosok Kluivert ini sangat tepat karena CV sebagai pemain sudah tak diragukan lagi. Hal ini akan membuat para pemain diaspora ini dengan sendirinya akan respek dan segan terhadap Patrick Kluivert karena CVnya sebagai pemain sangat mentereng. Tidak ada satu pun pemain diaspora kita saat ini yang CV nya lebih mentereng daripada Patrick Kluivert ketika menjadi pemain. Otomatis, tidak ada satu pun pemain diaspora kita saat ini yang bisa sombong dan angkuh ketika ada di depan Patrick Kluivert. Jadi tujuan Patrick Kluivert diboyong agar Kluivert bisa menangani locker room timnas Indonesia.

Selain itu, karena Patrick Kluivert ini adalah nama yang sangat terkenal sebagai pemain, maka dengan ditunjuknya Patrick Kluivert sebagai pelatih, emdia-media dunia akan mulai rajin memberitakan Indonesia karena ada Patrick Kluivert. Otomatis, eksposur dunia terhadap Indonesia akan semakin meningkat dan otomatis juga, pemain lawan akan menjadi sedikit lebih segan ketika berhadapan dengan Indonesia. Jadi, secara mental, ada keuntungan tersendiri bagi kita ketika Patrick kluivert menjadi pelatih Indonesia.

Untuk urusan taktik, Patrick Kluivert dibantu dua asisten ternama seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Dua nama ini CV nya cukup mentereng sebagai pelatih. Jadi, meskipun CV Patrick Kluivert sebagai pelatih lumayan diragukan, tetapi dia dibantu oleh dua asisten yang konon lebih berpengalaman dan mentereng daripada Kluivert soal taktik. Oleh karena itu, semoga kehadiran dua orang asisten ini bisa membantu Patrick Kluivert dalam menangangi timnas Indonesia

Apakah Patrick Kluivert Bisa Membawa Jaminan Kemenangan dan Tampil Lebih Baik Daripada STY?

Memang tak jaminan juga Patrick Kluivert bakal otomatis membawa performa timnas jadi bagus, tetapi kalau kita terus kasih jabatan ini ke STY, maka STY bakal sering kasih keputusan blunder bukan berdasarkan profesionalisme, tetapi berdasarkan ketidaksukaannya terhadap pemain tertentu. Sifat STY ini dianggap PSSI sangat berbahaya merusak kesatuan tim.

Saya pribadi sangat berterimkasih dengan STY yang sudah bisa membawa timnas Indonesia sampai sejauh ini dan saya pribadi juga sangat tidak setuju dengan bung Towel yang berkata bahwa STY sama sekali tidak berkontribusi apa-apa. Jelas ini tidak benar. Namun, sayang sekali, ketika pemain diaspora sudah semakin banyak, malah kelihatan STY sudah mulai tidak bisa mengontrol locker room timnas Indonesia. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka justru merugikan timnas Indonesia itu sendiri. Makanya STY, akhirnya harus dipecat oleh PSSI.

Jadi semoga publik Indonesia tahu alasan pemecatan STY. Kalau STY tidak dipecat, takutnya konflik akan semakin runcing di locker room timnas kita dan endingnya kita bakal rugi.

Semoga publik Indonesia bisa paham.

SUMBER:
  • Willyam Wen. "Patrick Kluivert, Shin Tae Yong, Carlo Ancelotti, Locker Room, dan Timnas Indonesia". Willyam Wen. 21 Januari 2025. Diakses 21 Januari 2025.
  • Zaki Rifan. "Erick Thohir Sebut Tiga Contoh Masalah Locker Room, Shin Tae Yong Gagal Kendalikan Ego Pemain Timnas Indonesia?". Fajar. 10 Januari 2025. Diakses 21 Januari 2025.

  • ARTIKEL BOLA LAINNYA:
  • Patrick Kluivert, Shin Tae Yong, Carlo Ancelotti, Locker Room, dan Timnas Indonesia
  • Konflik STY dan Timnas: Menangani Locker Room Sebagai Pelatih Itu Tidak Mudah
  • Polemik Naturalisasi atau Diaspora??? Kenapa Maarten Paes Tidak Punya Darah Indonesia Tapi Bisa Membela Indonesia???

  • MY SITES:
  • Facebook Page (Serba-Serbi Psikologi)
  • Facebook Group (Serba-Serbi Psikologi)
  • Blog (Bola)
  • Blog (Bola)

  • #patrickkluivert #bola #timnas #sty #shintaeyong #pssi #meeshilgers

    Konflik STY dan Timnas: Menangani Locker Room Sebagai Pelatih Itu Tidak Mudah

    Pemain Diaspora Indonesia

    Pemecatan Shin Tae Yong sebagai pelatih timnas Indonesia ini memang masih menyisakan pro dan kontra. Ada yang kontra dan ada juga yang pro. Saya pribadi, saya mengapreasiasi segala kerja keras Shin Tae Yong dan tetap mengakui bahwa Shin Tae Yong adalah pelatih yang berprestasi di timnas Indonesia, tetapi bukan juga tanpa kekurangan. Kekurangan STY itu terletak pada egonya yang tinggi sebagai pelatih dan perbedaan budata dengan para pemain diaspora keturunan Belanda di timnas.

    Pemain semakin mahal, apalagi kalau main di salah satu liga top Eropa, cenderung ego semakin tinggi dan itu hal yang sangat sangat wajar. Misalnya Mees Hilgers, harga Rp 173 miliar rupiah, tentunya pemain seperti ini tak akan mau dilatih oleh pelatih yang tak punya track record jelas naik sebaagi pemain atau sebagai pelatih sehingga pelatih biasa akan sulit menjinakkan pemain seperti ini.

    Semakin tinggi ego para pemain karena mereka merasa mereka beramin di liga top Eropa, sudah otomatis membuat ego mereka lebih tinggi daripada pemain biasa dan otomatis pelatih biasa, apalagi tak pernah main di Eropa, akan kesulitan menjinakkan pemain-pemain seperti ini. Belum lagi perbedaan budaya di mana di Belanda sangat normal pemain berdiskusi taktik dengan pelatih, sedangkan bagi Shin Tae Yong dengan budaya Korea, hal ini dianggap tidak sopan dan tak menghargainya sebagai pelatih.

    Akhirnya pecahlah konflik antara STY dengan para pemain diaspora di timnas sehingga mau tak PSSI harus mengambil keputusan yang berat untuk memecat STY karena kalau dibiarkan berlarut-larut, STY akan terus memblacklist pemain-pemain yang tidak disukainya.

    Itu sebabnya, berkaca dari kasus ini, PSSI ini akhirnya berusaha mencari sosok yang bisa menangani locker room timnas sehingga diharapkan pelatih baru ini bisa menundukkan ego dari para pemain diaspora ini dan akhirnya PSSI memilih sosok seperti Patrick Kluivert. Betul, CV Kluivert sebagai pelatih tak mentereng, tapi CV dia sebagai pemain itu sangat mentereng. Patrick Kluivert itu sudah pernah main di Ajax, Barcelona, dan AC Milan. Juga dia adalah juara Liga Champion dan salah satu pencetak gol terbanyak di Timnas Belanda. Bisa dibilang Patrick Kluivert itu legenda hidup yang prestasinya sangat sulit dikejar oleh orang biasa bahkan sampai saat ini, tak ada pemain diaspora timnas kita yang punya CV sementereng Patrick Kluivert sebagai pemain.
    Dengan CV sebagai pemain yang mentereng itu, maka pemain-pemain diaspora, bahkan Mees Hilgers sekalipun, pasti akan segan dan respek terhadap Kluivert.

    Memang betul tak ada jaminan Indonesia bisa lolos di piala dunia dengan Patrick Kluivert, tapi kalau kita terus serahkan pada STY yang punya hobi blacklist dan ribut dengan pemain, maka timnas Indonesia akan semakin hancur.

    SUMBER:
  • Willyam Wen. "Konflik STY dan Timnas: Menangani Locker Room Sebagai Pelatih Itu Tidak Mudah". Willyam Wen. 21 Januari 2025. Diakses 21 Januari 2025.
  • Zaki Rifan. "Erick Thohir Sebut Tiga Contoh Masalah Locker Room, Shin Tae Yong Gagal Kendalikan Ego Pemain Timnas Indonesia?". Fajar. 10 Januari 2025. Diakses 21 Januari 2025.

  • ARTIKEL BOLA LAINNYA:
  • Konflik STY dan Timnas: Menangani Locker Room Sebagai Pelatih Itu Tidak Mudah
  • Polemik Naturalisasi atau Diaspora??? Kenapa Maarten Paes Tidak Punya Darah Indonesia Tapi Bisa Membela Indonesia???

  • MY SITES:
  • Facebook Page (Serba-Serbi Psikologi)
  • Facebook Group (Serba-Serbi Psikologi)
  • Blog (Bola)
  • Blog (Bola)

  • #patrickkluivert #bola #timnas #sty #shintaeyong #pssi #meeshilgers

    Polemik Naturalisasi atau Diaspora??? Kenapa Maarten Paes Tidak Punya Darah Indonesia Tapi Bisa Membela Indonesia???

    Maarten Paes
    Indonesia itu sebuah negara, bukan sebuah suku. Negara itu artinya kumpulan dari beberapa suku dan bangsa, bahkan bangsa Eropa, Arab, Asia Timur, Africa, dll boleh jadi warga negara Indonesia. Sebenarnya hampir 90% lebih masyarakat Indonesia sebenarnya tidak mempermasalahkan kehadiran pemain-pemain diaspora ini, tetapi mungkin ada sekitar 10% rakyat Indonesia yang masih tetap tidak terima hanya karena tidak memahami bahwa Indonesia itu adalah sebuah negara yang mempunyai standarnya sendiri dalam menentukan siapa yang yang berhak menjadi warga negara Indonesia dan siapa yang tidak.

    Memang betul jika kita berdarah sunda, jawa, papua, ambon, sumatera, dayak, dll maka otomatis kita punya hak menjadi warga negara Indonesia, hanya saja jangan dipersempit bahwa untuk menjadi warga negara Indonesia, haruslah datang dari suku asli Indonesia.

    Jika seseorang misalnya 80 persen berdarah Belanda, dan hanya 20 persen berdarah Jawa, maka menurut hukum Indonesia yang menganut Ius Sanguinis [1], maka orang ini berhak mendapatkan warga negara Indonesia dan harus dianggap orang Indonesia asli meskipun secara fisik terlihat 80 persen seperti bule.

    Demikian juga, kasus Maarten Paes, neneknya Maarten Pas itu tidak punya darah Indonesia, tapi NENEKNYA TERSEBUT LAHIR DI INDONESIA, nah, hukum negara kita juga menganut asas Ius Soli [2], itu artinya neneknya Maarten Paes, meskipun tak berdarah Indonesia, tapi karena dia lahir di Indonesia, maka neneknya dapat hak untuk mengklaim warga negara Indonesia, bahkan cucunya pun si Maarten Paes juga mendapatkan hak warga negara Indonesia. Jadi meskipun Maarten Paes tak memiliki darah Indonesia, tapi dia sah 100 persen menjadi warga negara Indonesia dan harus dianggap orang Indonesia asli.  

    Pemain Diaspora

    Kita harus bisa membedakan mana apa itu diaspora dan apa itu naturalisasi. Pemain diaspora ini adalah mereka yang memiliki darah Indonesia. Meskipun mungkin kadar darah Indonesia mereka hanya 10%, 20%, 30%, 40%, atau 50%, tetapi karena mereka memiliki darah Indonesia, maka mereka berhak secara sah untuk menjadi warga negara Indonesia karena kita menganut asas Ius Sanguinis.

    Kita harus bisa membedakan mana apa itu diaspora dan apa itu naturalisasi. Pemain diaspora ini adalah mereka yang memiliki darah Indonesia. Meskipun mungkin kadar darah Indonesia mereka hanya 10%, 20%, 30%, 40%, atau 50%, tetapi karena mereka memiliki darah Indonesia, maka mereka berhak secara sah untuk menjadi warga negara Indonesia karena kita menganut asas Ius Sanguinis.

    Pemain Naturalisasi

    Naturalisasi itu berbeda dengan diaspora. Naturalisasi itu adalah orang-orang asing yang tidak mempunyai darah Indonesia dan keluarganya juga tidak pernah tercatat pernah lahir di Indonesia. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa menjadi warga negara Indonesia. Mereka bisa menjadi warga negara Indonesia asalkan mereka memenuhi syarat yang diajukan oleh negara kita Indonesia. Syarat tersebut adalah sebagai berikut:
    1. Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin.
    2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat lima tahun berturut-turut atau paling singkat 10 tahun tidak berturut-turut.
    3. Sehat jasmani dan rohani
    4. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
    5. Tidak pernah dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 1 (satu) tahun atau lebih.
    6. Jika dengan memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.
    7. Mempunyai pekerjaan dan/atau berpenghasilan tetap.
    8. Membayar uang pewarganegaraan ke kas negara. [3]

    Jika orang asing telah memenuhi syarat-syarat di atas, maka orang asing tersebut berhak menjadi warga negara Indonesia. Inilah yang dinamakan naturalisasi. Contoh yang paling jelas adalah Cristian Gonzales yang merupaka pemain Indonesia yang berasal dari Uruguay. Beliau adalah jelas contoh nyata pemain naturalisasi yang meskipun tidak memiliki darah Indonesia dan tidak lahir di Indonesia, tapi tetap bisa menjadi warga negara Indonesia.

    Namun, tetap kita harus paham bahwa kita tidak boleh mengatakan bahwa Cristian Gonzales bukanlah orang Indonesia asli. Dia harus dianggap dan diperlakukan selayaknya orang Indonesia asli karena dia sudah memenuhi syarat untuk menjadi warga negara Indonesia.

    Kesimpulan

    Baik pemain diaspora maupun pemain naturalisasi adalah warga negara Indonesia asli dan bukan warga kelas dua. Mereka membayar pajak sama seperti kita dan sama sekali tidak dibedakan kewajiban mereka dan juga kewajiban kita. Indonesia bukanlah sebuah suku, tapi sebuah negara yang terdiri dari berbagai macam suku dan bangsa, termasuk bangsa lain boleh juga jadi warga negara Indonesia sehingga jika kita masih terus terjebak di pemahaman primordial yang keliru tentang sebuah negara, maka kita akan kesulitan maju dan menyongsong masa depan.

    Sukses terus persepakbolaan Indonesia!!

    CATATAN KAKI:
    1. Rika Pangesti, "Ius Sanguinis dan Ius Soli, Indonesia Pakai Asas yang Mana?". Detik. 13 Desember 2021. Diakses 11 Oktober 2024.
    2. Rika Pangesti, "Ius Sanguinis dan Ius Soli, Indonesia Pakai Asas yang Mana?". Detik. 13 Desember 2021. Diakses 11 Oktober 2024.
    3. Faozan Tri Nugroho, "Tata Cara Menjadi Warga Negara Indonesia dan Syarat-Syaratnya". Bola. 25 November 2023. Diakses 11 Oktober 2024.

    SUMBER:
  • Willyam Wen. "Polemik Naturalisasi atau Diaspora??? Kenapa Maarten Paes Tidak Punya Darah Indonesia Tapi Bisa Membela Indonesia???". Kompasiana. 11 Oktober 2024. Diakses 11 Oktober 2024.
  • Willyam Wen. "Polemik Naturalisasi atau Diaspora??? Kenapa Maarten Paes Tidak Punya Darah Indonesia Tapi Bisa Membela Indonesia???". Kompasiana. 11 Oktober 2024. Diakses 11 Oktober 2024.

  • ARTIKEL BOLA LAINNYA:
  • Polemik Naturalisasi atau Diaspora??? Kenapa Maarten Paes Tidak Punya Darah Indonesia Tapi Bisa Membela Indonesia???

  • MY SITES:
  • Facebook Page (Berita Bola Indonesia)
  • Facebook Group (Fans Bola Indonesia)
  • Youtube (Fans Bola Indonesia)
  • Blog (Bola)

  • #bola #naturalisasi #maartenpaes #bolastream #rafaelstruick #diaspora #willyamwen