Grup Wa Belajar Bahasa Mandarin

Cheap Ad

  • This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Showing posts with label yahudi. Show all posts
Showing posts with label yahudi. Show all posts

Arti Nama Donald Trump dan Kamala Harris Dalam Gematria Ibrani Yahudi - Apa Itu Gematria?

Donald Trump Gematria Kamalla Harris


Sebentar lagi kita akan melihat hasil pemilu AS 2024 dan kita akan segera melihat siapa presiden Amerika Serikat berikutnya, apakah Donald Trump atau Kamala Harris.

Namun, sangat menarik sekali jika kita sekali-sekali melihat bagaimana para Yahudi menafsir soal masa depan bangsa mereka melalui metode penafsiran yang mereka namakan "Gematria" dan bagaimana metode penafsiran ini digunakan oleh orang-orang Yahudi untuk melihat manakah presiden Amerika yang bakal berdampak positif untuk Yahudi dan mana presiden Amerika yang justru akan merugikan Yahudi.

Apa Itu Gematria?

Kata "Gematria גמטריא" dalam bahasa Ibrani diduga kuat berasal dari bahasa Yunani "Geometria γεωμετρία (Geometri)", meskipun ada beberapa ahli yang meyakini bahwa kata "Gematria גמטריא" ini berasal dari bahasa Yunani "Grammateia γραμματεια (Pengetahuan Tentang Penulisan)". [1] Meskipun ada sedikit perdebatan darimana kata "Gematria גמטריא" ini berasal, tetapi kebanyakan para rabbi-rabbi Yahudi sepakat bahwa konsep ini diduga berasal dari Yunani.

"Gematria גמטריא" adalah sebuah sistem numerologi yang dikembangkan oleh praktisi "Kabbalah קַבָּלָה" Yahudi, sebuah aliran mistis Yahudi. Orang-orang Yahudi mistis ini percaya bahwa Hukum Taurat memiliki arti penafsiran "Sod סוֹד (Rahasia)" yang salah satunya adalah dengan cara menggunakan metode menafsir "Gematria גמטריא" ini. Cara menafsir menggunakan metode ini sebenarnya tidak begitu rumit, para penafsir tinggal menghitung nama atau frase tertentu dalam Bahasa Ibrani, menghitung angkanya, dan mencocokkan hasil angka itu dengan kata atau frase lain dalam bahasa Ibrani, sehingga ditemukan maknanya. [2]

Misalnya

Gematria Hillary Clington

Dalam bahasa Ibrani, Hillary Clinton ditulis dengan "Hiylariy Qliynton הילרי קלינטון" yang jika kita hitung gematrianya, kita akan mendapatkan angka

ה (5) + י (10) + ל (30) + ר (200) + י (10) = 255
ק (100) + ל (30) + י (10) + נ (50) + ט (9) + ו (6) + ן (50) = 255

Menariknya di sini, kata "Hiylariy הילרי" memiliki angka "255" dan juga kata "Qliynton קלינטון" juga memiliki angka "255" yang ternyata setara dengan kata "Amaleqiyah עמלקיה (Perempuan Amalek)" di dalam bahasa Ibrani. Amalek merupakan musuh bebuyutan bangsa Israel di dalam Alkitab, [3] sehingga ketika Hillary Clinton secara Gematria memiliki angka yang sama dengan "Amalek", maka umumnya orang-orang Yahudi pasti akan menghindari untuk memilih Hillary Clinton.

Gematria Donald Trump

Kata "Donald Trump" dalam bahasa Ibrani adalah "Donald Tru'mph דונלד טראמף" yang jika kita hitung gematrianya, maka kita akan mendapatkan angka "424". Uniknya, angka "424" ini adalah angka yang sama dengan kata "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" yang angkanya juga "424". Kebetulan? Ya percaya atau tidak sih, tetapi ketika Donald Trump secara Gematria memiliki angka yang sama dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)", maka biasanya itu sudah otomatis sinyal yang jauh lebih positif bagi orang-orang Yahudi di Amerika untuk memilih Donald Trump ketimbang Hillary Clinton yang malah memiliki angka "255" yang justru berkonotasi negatif karena erat kaitannya dengan "Amalek".

Kesamaan angka Donald Trump dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" ini memunculkan dugaan bahwa Donald Trump kemungkinan akan melakukan hal yang juga dilakukan oleh Daud. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa yang pertama kali memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem di dalam Alkitab adalah Daud. Dulu ibukota kerajaan Israel yang pertama adalah Hebron, setelah itu raja Daud konon mendapatkan perintah Tuhan untuk memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem. Menariknya, Donald Trump ketika menjadi presiden Amerika Serikat yang lalu, Donald Trump melakukan hal yang sama yang raja Daud lakukan, yaitu mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada tanggal 6 Desember 2017. Apakah menurut anda kesamaan nama Donald Trump dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" ini dan juga soal ibukota Yerusalem itu hanya sekedar kebetulan semata atau memang kehendak ilahi? Entahlah.

Namun, hati-hait juga, karena nama Donald Trump dalam Bahasa Ibrani juga bisa berarti "kemo nakhash כְּמוֹ–נָחָשׁ (Seperti Ular). Jadi, meskipun Donald Trump terlihat seperti sosok yang seolah-olah akan berperilaku seperti Mesias Anak Daud yang mengembalikan rakyat kepada HukumTaurat, tapi Donald Trump juga akan berperilaku seperti ular, licin, banyak akal, dan banyak manuver.



CATATAN KAKI
1. Wikipedia. "Gematria". Wikipedia. Diakses 6 November 2024.
2. Hila Ratzabi. "What Is Gematria?". Jewish Learning. Diakses 6 November 2024.
3. Mosaic Magazine. "The Gematria of Hillary Clinton and Donald Trump". Mosaic Magazine. Diakses 6 November 2024.



A. Kekristenan Berasal Dari Yudaisme - Logos, Memra, dan Yesus

Kekristenan Berasal dari Yudaisme

A. Kekristenan Berasal dari Yudaisme

Kekristenan merupakan sebuah paham keagamaan yang lahir dari Yudaisme (istilah yang dipakai Nikolaus Walter bahwa “Kekristenan Primitif” berasal dari Yudaisme). Sebuah fakta yang tidak dapat dibantah sama sekali bahwa Kekristenan memang berasal dari Yudaisme. Jacob Neusner dan Bruce Chilton bahkan mengatakan bahwa jika seseorang mempelajari ilmu tentang agama, maka tidak ada premis yang lebih baik yang dapat ditemukan selain fakta bahwa Kekristenan berasal dari Yudaisme. Dapat dikatakan bahwa jika tidak ada Yudaisme, maka sangat tidak mungkin Kekristenan dapat lahir.

Kekristenan bukanlah sebuah agama yang lahir sendiri dan memiliki konsep-konsep mereka sendiri mengenai doktrin-doktrin yang ada di dalam kepercayaan mereka. Baik Yesus maupun murid-murid-Nya berasal dari Israel dan mereka jelas mempercayai kitab-kitab Israel sebagai firman Allah. Semua kepercayaan dan juga praktik yang ada di dalam Kekristenan berasal dari Yudaisme. Misalnya, kepercayaan akan Allah yang esa, kepercayaan akan Allah yang berbicara kepada Musa, kepercayaan terhadap Perjanjian Lama sebagai kitab suci, praktik baptisan, perjamuan kudus, berkumpul di tempat ibadah pada hari ke-7, kerajaan Allah, serta kepercayaan mengenai hadirnya Mesias. Semua konsep tersebut jelas berasal dari Yudaisme.

Orang Kristen Yahudi mula-mula sama sekali tidak menganggap kepercayaan mereka bahwa Yesus adalah Mesias sebagai sebuah paham keagamaan yang baru. Mereka justru berkeyakinan bahwa mereka tetaplah penganut Yudaisme. Istilah “Kristen” (Khristianos, Χριστιανός) yang berarti “pengikut Kristus” justru diberikan oleh komunitas non-Yahudi di Antiokhia, bukan oleh komunitas Yahudi (Kis. 11:26).

Sangat tidak mungkin jika orang Yahudi yang memberikan sebutan “Kristen” (Khristianos, Χριστιανός) kepada komunitas orang Kristen di Antiokhia, sebab istilah tersebut berarti “pengikut Mesias”. Jika orang Yahudi yang memberikannya, maka itu sama saja dengan pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias, sesuatu yang jelas tidak mereka akui. Oleh sebab itu, sebutan tersebut hampir pasti berasal dari komunitas non-Yahudi.



Dari sudut pandang orang Yahudi sendiri, terdapat keterangan yang cukup jelas bahwa para pengikut Yesus dianggap sebagai sebuah sekte atau mazhab yang berkembang di dalam Yudaisme (Kis. 24:14; 28:22). Kata “sekte” atau “mazhab” yang digunakan dalam teks Yunani adalah airesis (αἵρεσις), yang berarti sekte keagamaan. Istilah yang sama juga digunakan untuk menyebut kelompok orang Farisi (Kis. 15:5). Hal ini menunjukkan bahwa komunitas pengikut Yesus tidak dipandang sebagai agama baru, melainkan sebagai salah satu mazhab dalam Yudaisme.

Walaupun kepercayaan orang Kristen Yahudi mula-mula menimbulkan bentrokan dengan Yudaisme arus utama pada masa itu, mereka tetap dianggap sebagai bagian dari Yudaisme. Oleh sebab itu, orang-orang Yahudi menyebut mereka sebagai sebuah “sekte” (airesis, αἵρεσις) di dalam Yudaisme.

Orang-orang Kristen Yahudi mula-mula tidak pernah menganggap diri mereka sebagai komunitas yang terpisah dari Yudaisme. Mereka tidak membangun doktrin-doktrin asing yang terlepas dari tradisi Yudaisme, karena mereka tidak pernah mengklaim diri sebagai agama baru. Semua keyakinan, pemahaman, doktrin, dan praktik yang mereka anut berasal dari Yudaisme, termasuk baptisan, bahasa lidah, kerajaan Allah, konsep Mesias, bahkan metode hermeneutik.



Robert Travers Herford menyatakan bahwa sastra rabinik seperti Talmud, Midrash, dan Mishnah juga harus dilibatkan dalam penelitian yang akurat mengenai asal-usul Kekristenan. Bukan hanya kesusastraannya, tetapi juga cara orang-orang Yahudi menafsirkan Kitab Suci. Dengan demikian, untuk memahami ajaran-ajaran Perjanjian Baru secara tepat, seseorang harus memahami ajaran dan praktik Yudaisme dengan baik.