Sebentar lagi kita akan melihat hasil pemilu AS 2024 dan kita akan segera melihat siapa presiden Amerika Serikat berikutnya, apakah Donald Trump atau Kamala Harris.
Namun, sangat menarik sekali jika kita sekali-sekali melihat bagaimana para Yahudi menafsir soal masa depan bangsa mereka melalui metode penafsiran yang mereka namakan "Gematria" dan bagaimana metode penafsiran ini digunakan oleh orang-orang Yahudi untuk melihat manakah presiden Amerika yang bakal berdampak positif untuk Yahudi dan mana presiden Amerika yang justru akan merugikan Yahudi.
"Gematria גמטריא" adalah sebuah sistem numerologi yang dikembangkan oleh praktisi "Kabbalah קַבָּלָה" Yahudi, sebuah aliran mistis Yahudi. Orang-orang Yahudi mistis ini percaya bahwa Hukum Taurat memiliki arti penafsiran "Sod סוֹד (Rahasia)" yang salah satunya adalah dengan cara menggunakan metode menafsir "Gematria גמטריא" ini. Cara menafsir menggunakan metode ini sebenarnya tidak begitu rumit, para penafsir tinggal menghitung nama atau frase tertentu dalam Bahasa Ibrani, menghitung angkanya, dan mencocokkan hasil angka itu dengan kata atau frase lain dalam bahasa Ibrani, sehingga ditemukan maknanya. [2]
Misalnya
ה (5) + י (10) + ל (30) + ר (200) + י (10) = 255
ק (100) + ל (30) + י (10) + נ (50) + ט (9) + ו (6) + ן (50) = 255
Menariknya di sini, kata "Hiylariy הילרי" memiliki angka "255" dan juga kata "Qliynton קלינטון" juga memiliki angka "255" yang ternyata setara dengan kata "Amaleqiyah עמלקיה (Perempuan Amalek)" di dalam bahasa Ibrani. Amalek merupakan musuh bebuyutan bangsa Israel di dalam Alkitab, [3] sehingga ketika Hillary Clinton secara Gematria memiliki angka yang sama dengan "Amalek", maka umumnya orang-orang Yahudi pasti akan menghindari untuk memilih Hillary Clinton.
Kesamaan angka Donald Trump dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" ini memunculkan dugaan bahwa Donald Trump kemungkinan akan melakukan hal yang juga dilakukan oleh Daud. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa yang pertama kali memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem di dalam Alkitab adalah Daud. Dulu ibukota kerajaan Israel yang pertama adalah Hebron, setelah itu raja Daud konon mendapatkan perintah Tuhan untuk memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem. Menariknya, Donald Trump ketika menjadi presiden Amerika Serikat yang lalu, Donald Trump melakukan hal yang sama yang raja Daud lakukan, yaitu mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada tanggal 6 Desember 2017. Apakah menurut anda kesamaan nama Donald Trump dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" ini dan juga soal ibukota Yerusalem itu hanya sekedar kebetulan semata atau memang kehendak ilahi? Entahlah.
Namun, hati-hait juga, karena nama Donald Trump dalam Bahasa Ibrani juga bisa berarti "kemo nakhash כְּמוֹ–נָחָשׁ (Seperti Ular). Jadi, meskipun Donald Trump terlihat seperti sosok yang seolah-olah akan berperilaku seperti Mesias Anak Daud yang mengembalikan rakyat kepada HukumTaurat, tapi Donald Trump juga akan berperilaku seperti ular, licin, banyak akal, dan banyak manuver.
CATATAN KAKI
Namun, sangat menarik sekali jika kita sekali-sekali melihat bagaimana para Yahudi menafsir soal masa depan bangsa mereka melalui metode penafsiran yang mereka namakan "Gematria" dan bagaimana metode penafsiran ini digunakan oleh orang-orang Yahudi untuk melihat manakah presiden Amerika yang bakal berdampak positif untuk Yahudi dan mana presiden Amerika yang justru akan merugikan Yahudi.
Apa Itu Gematria?
Kata "Gematria גמטריא" dalam bahasa Ibrani diduga kuat berasal dari bahasa Yunani "Geometria γεωμετρία (Geometri)", meskipun ada beberapa ahli yang meyakini bahwa kata "Gematria גמטריא" ini berasal dari bahasa Yunani "Grammateia γραμματεια (Pengetahuan Tentang Penulisan)". [1] Meskipun ada sedikit perdebatan darimana kata "Gematria גמטריא" ini berasal, tetapi kebanyakan para rabbi-rabbi Yahudi sepakat bahwa konsep ini diduga berasal dari Yunani."Gematria גמטריא" adalah sebuah sistem numerologi yang dikembangkan oleh praktisi "Kabbalah קַבָּלָה" Yahudi, sebuah aliran mistis Yahudi. Orang-orang Yahudi mistis ini percaya bahwa Hukum Taurat memiliki arti penafsiran "Sod סוֹד (Rahasia)" yang salah satunya adalah dengan cara menggunakan metode menafsir "Gematria גמטריא" ini. Cara menafsir menggunakan metode ini sebenarnya tidak begitu rumit, para penafsir tinggal menghitung nama atau frase tertentu dalam Bahasa Ibrani, menghitung angkanya, dan mencocokkan hasil angka itu dengan kata atau frase lain dalam bahasa Ibrani, sehingga ditemukan maknanya. [2]
Misalnya
Gematria Hillary Clington
Dalam bahasa Ibrani, Hillary Clinton ditulis dengan "Hiylariy Qliynton הילרי קלינטון" yang jika kita hitung gematrianya, kita akan mendapatkan angkaה (5) + י (10) + ל (30) + ר (200) + י (10) = 255
ק (100) + ל (30) + י (10) + נ (50) + ט (9) + ו (6) + ן (50) = 255
Menariknya di sini, kata "Hiylariy הילרי" memiliki angka "255" dan juga kata "Qliynton קלינטון" juga memiliki angka "255" yang ternyata setara dengan kata "Amaleqiyah עמלקיה (Perempuan Amalek)" di dalam bahasa Ibrani. Amalek merupakan musuh bebuyutan bangsa Israel di dalam Alkitab, [3] sehingga ketika Hillary Clinton secara Gematria memiliki angka yang sama dengan "Amalek", maka umumnya orang-orang Yahudi pasti akan menghindari untuk memilih Hillary Clinton.
Gematria Donald Trump
Kata "Donald Trump" dalam bahasa Ibrani adalah "Donald Tru'mph דונלד טראמף" yang jika kita hitung gematrianya, maka kita akan mendapatkan angka "424". Uniknya, angka "424" ini adalah angka yang sama dengan kata "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" yang angkanya juga "424". Kebetulan? Ya percaya atau tidak sih, tetapi ketika Donald Trump secara Gematria memiliki angka yang sama dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)", maka biasanya itu sudah otomatis sinyal yang jauh lebih positif bagi orang-orang Yahudi di Amerika untuk memilih Donald Trump ketimbang Hillary Clinton yang malah memiliki angka "255" yang justru berkonotasi negatif karena erat kaitannya dengan "Amalek".Kesamaan angka Donald Trump dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" ini memunculkan dugaan bahwa Donald Trump kemungkinan akan melakukan hal yang juga dilakukan oleh Daud. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa yang pertama kali memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem di dalam Alkitab adalah Daud. Dulu ibukota kerajaan Israel yang pertama adalah Hebron, setelah itu raja Daud konon mendapatkan perintah Tuhan untuk memindahkan ibukota Israel ke Yerusalem. Menariknya, Donald Trump ketika menjadi presiden Amerika Serikat yang lalu, Donald Trump melakukan hal yang sama yang raja Daud lakukan, yaitu mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel pada tanggal 6 Desember 2017. Apakah menurut anda kesamaan nama Donald Trump dengan "Mashiakh Ben David משיח בן דוד (Mesias Anak Daud)" ini dan juga soal ibukota Yerusalem itu hanya sekedar kebetulan semata atau memang kehendak ilahi? Entahlah.
Namun, hati-hait juga, karena nama Donald Trump dalam Bahasa Ibrani juga bisa berarti "kemo nakhash כְּמוֹ–נָחָשׁ (Seperti Ular). Jadi, meskipun Donald Trump terlihat seperti sosok yang seolah-olah akan berperilaku seperti Mesias Anak Daud yang mengembalikan rakyat kepada HukumTaurat, tapi Donald Trump juga akan berperilaku seperti ular, licin, banyak akal, dan banyak manuver.
CATATAN KAKI
1. Wikipedia. "Gematria". Wikipedia. Diakses 6 November 2024.
2. Hila Ratzabi. "What Is Gematria?". Jewish Learning. Diakses 6 November 2024.
3. Mosaic Magazine. "The Gematria of Hillary Clinton and Donald Trump". Mosaic Magazine. Diakses 6 November 2024.
© Willyam Wen. All rights reserved.








0 Comments:
Post a Comment