Kata "Qabbalah קבלה" berasal dari kata kerja Ibrani dan Aram "Leqabbel לקבל" yang artinya "menerima". Karena "Qabbalah קבלה" merupakan kata benda dari "Leqabbel לקבל", maka arti dari "Qabbalah קבלה" adalah "Penerimaan".
Maksudnya? Penerimaan dari Alam Semesta, atau sosok tertinggi, sumber Alam Semesta, atau Sang Terang.
Dalam hidup ini, kita harus terkoneksi dengan Alam Semesta, dengan sang Cahaya itu yang merupakan Sumber Alam Semesta.
Bahkan banyak yang tak tahu, Yesus sendiri sebenarnya mengajarkan Kabbalah.
"Kata-kata yang Engkau berikan pada-Ku, Aku telah berikan pada mereka dan mereka telah MENERIMA (KABBALAH) dan mereka telah mengetahui dengan benar bahwa Aku datang dari Engkau dan mereka telah percaya bahwa Engkau telah mengutus Aku.
Aram Syriac: ܕ݁ܡܶܠܶܐ ܕ݁ܝܰܗ݈ܒ݂ܬ݁ ܠܺܝ ܝܶܗܒ݁ܶܬ݂ ܠܗܽܘܢ ܘܗܶܢܽܘܢ ܩܰܒ݁ܶܠܘ ܘܺܝܕ݂ܰܥܘ ܫܰܪܺܝܪܳܐܝܺܬ݂ ܕ݁ܡܶܢ ܠܘܳܬ݂ܳܟ݂ ܢܶܦ݂ܩܶܬ݂ ܘܗܰܝܡܶܢܘ ܕ݁ܰܐܢ݈ܬ݁ ܫܰܕ݁ܰܪܬ݁ܳܢܝ
Yohanes 17:8, Versi Aram Peshita Syriac, Terjemahan Literal
Dari ayat di atas, bahkan tertulis jelas kata dalam bahasa Aram "Qabbel ܩܰܒ݁ܶܠܘ" yang merupakan kata kerja dari kata "Qabbalah קבלה".
Konsep yang diajarkan Yesus sebenarnya sangat Kabbalah di mana Yesus menerima ajaran dari Bapa-Nya, dan menyampaikannya kepada murid-murid-Nya. Ini konsep Kabbalah sebenarnya.
Memang gak bisa semua orang mudah memahami ini karena ini bukan aliran kepercayaan umum. Apalagi banyak orang sudah ditakut-takuti bahwa Kabbalah itu ajaran setan, padahal Kabbalah itu hanya sebuah falsafah mistis soal ketuhanan dan Alam Semesta.
Intinya ternyata Yesus sebenarnya mengajarkan Kabbalah dan ajaran Kabbalah sangat mirip dengan ajaran Hukum Alam Semesta.
Dalam hidup ini sebenarnya yang terpenting bukan ajaran mana yang paling benar, tapi kontribusi apa yang sudah kita lakukan untuk Alam ini yang bermanfaat bagi orang banyak?
Sedekah itu jangan tunggu kaya dulu, justru sedekah dimulai saat kita masih miskin.
Cobalah buat komitmen misalnya, sebulan kita coba sedekahkan 5% penghasilan kotor kita, jadi kalau sebulan kita dapat 500 ribu, maka Rp 25 ribu kita sedekahkan.
Lalu kalau anda rutin dan komitmen, Alam ini akan melihat bahwa anda bisa dipercaya, anda akan dites untuk yang lebih besar, Alam akan mulai mengetes anda dengan Rp 3 juta, dan kalau anda rutin sedekahkan Rp 150 ribu, anda akan terus naik level.
Suatu hari anda akan dipercayakan mengelola 10 juta per bulan, Alam akan melihat apakah anda rutin sedekah Rp 500 ribu sebulan? Jika rutin, anda akan terus dinaikkan levelnya.
Lama-lama anda mulai dipercaya mengelola 20 juta per bulan, 30 juta, atau bahkan 50 juta per bulan, dan seterusnya.
Alasan banyak orang hidup dalam kekurangan, karena mereka itu pelit berbagi. Uang dimakan sendiri, itu sebabnya, dalam hidup mereka tak terjadi apa-apa karena Alam melihat bahwa orang-orang ini tak biss dipercaya mengelola uang.
Alam Semesta seperti sebuah sistem yang terkoding dengan sempurna. Anda tak perlu terlalu fokus menghabiskan waktu ritual-ritual agama, makanya banyak orang berfokus pada ritual agama, tetapi tetap terjerat kemiskinan. Alam ini lebih menyukai tindakan nyata seperti sedekah ketimbang ritual agamawi. Untuk itu, cobalah mulai melakukan action yang nyata dengan bersedekah, dan anda akan ditandai positif oleh Alam ini.
Cobalah mulai aksi nyata dengan tindakan-tindakan nyata yang benar-benar manfaatnya dapat dirasakan sesama manusia, ketimbang menghabiskan waktu di ritual-ritual agamawi. Penulis tidak berkata bahwa ibadah itu salah, hanya saja kalau ibadah tanpa disertai perbuatan yang nyata, itu akan jadi sia-sia.
SUMBER:
Dalam hukum Alam Semesta ini, perbuatan jahat akan selalu dibalas + bunganya, bahkan dalam beberapa kasus akan dibalas sampai ke anak cucu jika kejahatannya itu memang terlalu parah di mata Alam Semesta ini.
Demikian juga, perbuatan baik akan selalu dibalas + bunganya, bahkan sampai ke anak cucu jika Alam Semesta memang sangat terkesan sekali dengan amal dan perbuatan baik anda.
Jika sudah mengetahui hal ini, alangkah bodohnya kalau kita masih mau hidup dalam kecurangan dan kejahatan. Penulis memperhatikan banyak sekali orang hidup dalam kejahatan dan kecurangan. Misalnya:
1. Servis AC saja, banyak teknisi harus selalu menipu pelanggan mereka bahwa freonnya habis, padahal freonnya tidak habis. Teknisi ini pasti bakal kualat berlipat-lipat dalam hidupnya.
2. Banyak orang listriknya nyolong punya PLN. Banyak orang listriknya nyolong gardu PLN, bagaimana bisa kualat atau kutukan tidak datang ke rumah kita kalau kita listrik saja nyolong gak bayar?
3. Mafia tanah, suka menipu dalam jual beli tanah. Penulis banyak sekali melihat contoh bahwa para mafia tanah ini terkena kualat dan kutukan mengerikan bahkan ada yang anak-anaknya meninggal terkena penyakit mematikan atau bahkan kecelakaan.
4. Suka selingkuh, menipu uang, dan memanipulasi. Tidak pernah penulis melihat orang yang suka selingkuh, menipu uang, dan suka memanipulasi itu hidup tenang dan tidak terkena malapetaka bertubi-tubi.
5. Dan masih banyak contoh lainnya.
Bagaimana kita tidak dilaknat oleh Alam ini bahkan sampai ke anak cucu kita kalau perilaku kita saja sudah jelas melanggar Hukum Alam Semesta.
Demikian juga, jika anda sudah tahu prinsip hukum ini, anda pasti akan jauh lebih sering berbuat baik, memberikan sedekah, tidak suka meribetkan hidup orang lain, dan menjauhi segala perbuatan yang jahat dan curang, karena anda tahu amal anda pasti akan dibalas Alam ini + bunganya bahkan ke anak cucu anda.
Kenapa Hukum Alam Semesta itu harus ada? Hukum Alam Semwsta itu adalah bentuk keadilan Tuhan untuk manusia-manusia yang hobi melakukan kejahatan dan kecurangan sehingga ada orang lain yang dirugikan. Para penjahat itu suka memanipulasi hukum manusia dan negara sehingga mereka bisa lari dari hukum manusia dan hukum negara. Karena Tuhan tahu bahwa banyak manusia jahat yang akan memanipulasi hukum manusia dan negara, maka sedari awal Tuhan sudah menciptakan Hukum Alam Semesta sehingga jika seseorang berbuat jahat dan curang, meskipun mereka bisa lari dari hukum manusia, mereka tidak akan bisa lari dari Hukum Alam Semesta karena hukum ini tidak pandang bulu, tidak pandang suku, ras, dan agama anda, jika anda melanggarnya, anda sudah otomatis terkena tanda, dan akan membayarnya cepat atau lambat.
Hukum Alam Semesta ini adalah sebuah bentuk keadilan dari Tuhan kepada mereka yang terzolimi oleh perilaku-perilaku manipulatif manusia-manusia jahat. Hukum ini membalas secara adil bahkan plus bunganya kepada mereka yang rajin berbuat baik berupa rezeki, berkat, dan kesehatan, demikian juga kepada mereka yang rajib berbuat jahat dan kecurangan, akan dibalas segala macam kualat, kutukan, petaka, dll.
Oleh karena itu, seharusnya, setelah kita mengetahui bahwa adanya Hukum yang Super Adil ini, harusnya justru kita semakin giat untuk berbuat baik dan semakin giat untuk menjauhi kejahatan. Karena ingat, Hukum ini benar-benar tidak pandang bulu. Marilah kita berintropeksi diri, jika kita saat ini merasa sering apes dan sering terkena musibah, segera intropeksi diri, mungkin saja kita ini terlalu jahat, terlalu curang, terlalu pelit, dan terlalu rakus dalam hidup ini sehingga kita ditandai negatif oleh Alam Semesta ini.